7 sekolah kedinasan yang mudah masuknya
7 Sekolah Kedinasan yang Lebih Mudah Dimasuki: Peluang Emas untuk Karier Gemilang
Memasuki sekolah kedinasan merupakan impian banyak orang. Stabilitas karier, jaminan pekerjaan setelah lulus, dan pendidikan berkualitas menjadi daya tarik utama. Namun, persaingan yang ketat seringkali menjadi penghalang. Kabar baiknya, ada beberapa sekolah kedinasan yang dikenal memiliki tingkat kesulitan masuk yang relatif lebih rendah dibandingkan institusi lain. Bukan berarti “mudah” dalam artian tanpa usaha, melainkan peluang yang lebih besar bagi calon taruna/i yang mempersiapkan diri dengan baik. Berikut 7 sekolah kedinasan yang patut dipertimbangkan:
1. Politeknik Transportasi Darat Indonesia-STTD (PTDI-STTD)
PTDI-STTD, yang berada di bawah naungan Kementerian Perhubungan, fokus pada pendidikan dan pelatihan di bidang transportasi darat. Sekolah ini menawarkan berbagai program studi diploma dan sarjana terapan, seperti Transportasi Darat, Manajemen Transportasi Jalan, Manajemen Transportasi Perkeretaapian, dan Teknologi Otomotif.
Mengapa PTDI-STTD Lebih Mudah?
- Kapasitas Penerimaan yang Relatif Besar: Dibandingkan sekolah kedinasan lain yang sangat populer, PTDI-STTD cenderung menerima jumlah mahasiswa yang lebih banyak setiap tahunnya. Ini meningkatkan peluang bagi para pelamar.
- Variasi Program Studi: Dengan beragam pilihan program studi, calon taruna/i dapat memilih sesuai minat dan kemampuan mereka. Hal ini mengurangi tingkat persaingan di program studi tertentu.
- Fokus pada Keterampilan Praktis: Kurikulum PTDI-STTD dirancang untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja dengan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri transportasi darat. Ini menarik minat calon taruna/i yang lebih berorientasi pada aplikasi praktis.
- Persyaratan Fisik yang Moderat: Meskipun tetap ada persyaratan fisik, standar yang ditetapkan oleh PTDI-STTD cenderung lebih moderat dibandingkan sekolah kedinasan militer atau kepolisian.
Tips Lolos PTDI-STTD:
- Kuasai Materi Tes Potensi Akademik (TPA): TPA merupakan komponen penting dalam seleksi PTDI-STTD. Latihan soal-soal TPA secara rutin akan membantu meningkatkan kemampuan dalam logika, verbal, dan numerik.
- Persiapkan Diri untuk Tes Kesehatan dan Kesamaptaan: Pastikan tubuh dalam kondisi prima dan memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan. Latihan fisik secara teratur akan membantu melewati tes kesamaptaan dengan baik.
- Pahami Isu-isu Transportasi Darat: Pengetahuan tentang isu-isu terkini di bidang transportasi darat, seperti perkembangan infrastruktur, regulasi, dan teknologi, akan menjadi nilai tambah saat wawancara.
2. Politeknik Statistika STIS
Politeknik Statistika STIS, di bawah Badan Pusat Statistik (BPS), menghasilkan tenaga ahli statistik yang kompeten. Sekolah ini menawarkan program diploma IV Statistika dan Komputasi Statistik.
Mengapa Politeknik Statistika STIS Lebih Mudah?
- Kurikulum yang Terfokus: STIS memiliki kurikulum yang sangat terfokus pada statistika dan komputasi. Ini menarik minat calon mahasiswa yang benar-benar tertarik pada bidang ini, sehingga mengurangi persaingan dari pelamar yang hanya mencari sekolah kedinasan secara umum.
- Kebutuhan Tenaga Statistik yang Tinggi: BPS secara konsisten membutuhkan tenaga ahli statistik untuk mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis data. Ini memberikan jaminan pekerjaan yang kuat bagi lulusan STIS.
- Fokus pada Matematika dan Logika: Calon mahasiswa yang memiliki kemampuan matematika dan logika yang kuat akan memiliki keunggulan dalam seleksi STIS.
- Relatif Kurang Populer Dibandingkan Sekolah Kedinasan Militer/Kepolisian: Meskipun prestisius, STIS seringkali kurang populer dibandingkan sekolah kedinasan yang berfokus pada bidang militer atau kepolisian.
Tips Lolos Politeknik Statistika STIS:
- Perkuat Kemampuan Matematika: Matematika merupakan fondasi utama dalam statistika. Kuasai konsep-konsep matematika dasar dan lanjut dengan baik.
- Latih Soal-soal Statistika: Latihan soal-soal statistika akan membantu memahami aplikasi konsep-konsep statistika dalam berbagai konteks.
- Pelajari Pemrograman: Pemrograman merupakan keterampilan penting bagi seorang ahli statistik modern. Kuasai bahasa pemrograman seperti R atau Python.
- Pahami Peran BPS: Pahami peran BPS dalam pembangunan nasional dan kontribusi statistik dalam pengambilan keputusan.
3. Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN)
PKN STAN, di bawah Kementerian Keuangan, merupakan salah satu sekolah kedinasan paling populer di Indonesia. Meskipun persaingannya ketat, PKN STAN menawarkan berbagai program studi diploma di bidang keuangan negara, seperti Akuntansi, Pajak, Bea dan Cukai, dan Manajemen Keuangan.
Mengapa PKN STAN Lebih “Mungkin” Dimasuki? (Bukan “Mudah”, tetapi lebih mungkin dibandingkan sekolah kedinasan lain yang sangat populer)
- Kapasitas Penerimaan yang Signifikan: PKN STAN menerima ribuan mahasiswa setiap tahunnya, meskipun jumlah pendaftarnya sangat besar. Ini memberikan peluang yang lebih besar dibandingkan sekolah kedinasan yang menerima hanya ratusan mahasiswa.
- Variasi Program Studi: Dengan beragam pilihan program studi, calon mahasiswa dapat memilih sesuai minat dan kemampuan mereka.
- Reputasi Kuat: Reputasi PKN STAN sebagai lembaga pendidikan keuangan negara terbaik di Indonesia menarik minat calon mahasiswa yang berkualitas.
- Persiapan yang Matang Meningkatkan Peluang: Dengan persiapan yang matang, seperti mengikuti bimbingan belajar khusus PKN STAN dan latihan soal-soal USM STAN secara rutin, peluang untuk lolos akan meningkat secara signifikan.
Tips Lolos PKN STAN:
- Kuasai Materi Tes Potensi Akademik (TPA) dan Tes Bahasa Inggris (TBI): TPA dan TBI merupakan komponen penting dalam USM STAN. Latihan soal-soal TPA dan TBI secara rutin akan membantu meningkatkan kemampuan dalam logika, verbal, numerik, dan bahasa Inggris.
- Persiapkan Diri untuk Tes Kemampuan Dasar (TKD): TKD menguji kemampuan dasar dalam matematika, bahasa Indonesia, dan wawasan kebangsaan.
- Jaga Kesehatan dan Kondisi Fisik: Meskipun tidak ada tes kesamaptaan, menjaga kesehatan dan kondisi fisik tetap penting untuk menghadapi rangkaian tes USM STAN yang panjang dan melelahkan.
- Ikuti Try Out USM STAN: Mengikuti try out USM STAN akan membantu mengukur kemampuan diri dan mengetahui area mana yang perlu ditingkatkan.
4. Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN)
STIN, di bawah Badan Intelijen Negara (BIN), mendidik calon intelijen yang handal. Sekolah ini menawarkan program sarjana Intelijen.
Mengapa STIN Lebih Mudah (Relatif) Dibandingkan Sekolah Kedinasan Militer/Kepolisian?
- Fokus pada Kemampuan Intelektual: STIN lebih menekankan pada kemampuan intelektual dan analitis dibandingkan kekuatan fisik.
- Proses Seleksi yang Sangat Ketat dan Rahasia: Proses seleksi STIN sangat ketat dan rahasia, sehingga sulit untuk diprediksi. Namun, hal ini juga berarti bahwa seleksi didasarkan pada kriteria yang lebih kompleks daripada sekadar nilai ujian.
- Kurang Populer Dibandingkan Akpol/Akmil: STIN seringkali kurang populer dibandingkan Akademi Kepolisian (Akpol) atau Akademi Militer (Akmil, sehingga persaingannya mungkin sedikit lebih rendah.
- Kemampuan Analitis dan Observasi yang Tinggi: Calon taruna/i yang memiliki kemampuan analitis dan observasi yang tinggi akan memiliki keunggulan dalam seleksi STIN.
Tips Lolos STIN:
- Kembangkan Kemampuan Analitis dan Observasi: Asah kemampuan analitis dan observasi dengan membaca buku, mengikuti berita, dan berlatih memecahkan masalah.
- Perluas Wawasan: Perluas wawasan tentang isu-isu keamanan nasional dan internasional.
- Jaga Kerahasiaan: Jika Anda lolos ke tahap selanjutnya, jaga kerahasiaan informasi yang Anda peroleh.
- Bersikap Jujur dan Apa Adanya: Saat wawancara, bersikaplah jujur dan apa adanya.
5. Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG)
STMKG, di bawah Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), mendidik tenaga ahli di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika. Sekolah ini menawarkan program diploma IV dan sarjana terapan.
Mengapa STMKG Lebih Mudah?
- Kebutuhan Tenaga Ahli yang Tinggi: BMKG membutuhkan tenaga ahli di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika untuk memantau dan memprediksi cuaca, iklim, dan gempa bumi.
- Kurikulum yang Spesifik: Kurikulum STMKG sangat spesifik dan terfokus pada bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
- Fokus pada Sains dan Matematika: Calon mahasiswa yang memiliki kemampuan sains dan matematika yang kuat akan memiliki keunggulan dalam sele

